Skip to main content

Institut Ku Bergerak dalam Bayangan

Image result for institut Pertanian Bogor

Seringkali kita mendengar baik dari Mahasiswa intra kampus maupun ekstra kampus, IPB adalah salah satu kampus yang tentram juga damai. Kenyamanan yang telah terbentuk di beberapa tahun kebelakang adalah salah satu makna dari keindahan dan keharmonisan yang ada di setiap langkah kaki kita. Tak menyadari saat ini begitu banyak perubahan terjadi. Pembangunan yang meningkat, prestasi yang masih terus menjulang tinggi, dan juga kaderisasi bayangan terus bergerilya. Tak kita sadari itu semua membuat ladang spesialisasi untuk golongan tertentu. Golongan tertentu yang saat ini dirasakan oleh para mahasiswa adalah bergeraknya organisasi ekstra kampus mulai muncul ke permukaan dengan masing - masing ideologi yang mereka bawa. Gerbang itu pun dibuka seluas luasnya oleh Institusi saat ini. Tak terasa modus pergerakan kaderisasi mereka pun menjelma terpetakan disetiap sudut kampus. Baik itu KAMM*, HM*, PM*, *MM, GMN, dsb.


Sebut saja di agenda Studium General Gubernur Jawa Barat yang diadakan hari Sabtu, 6 Oktober 2018. Ada suatu momen dimana terdapat tempat duduk dua baris yang khusus sekali disiapkan untuk panitia yang notabene nya adalah para penghuni Asrama Pemimpin Kader Pejuang Pertanian. Bukan hanya satu atau dua orang mahasiswa yang ingin menduduki kursi tersebut karena kosong, melainkan bahkan puluhan yang ingin mendudukinya karena saat itu sedang kosong. Namun terdapat beberapa mahasiswa yang mengenakan jas almamater disana berkata "Mohon maaf ini untuk tamu undangan".
Tamu undangan? Yang menempati penghuni asrama kader pejuang? Merasa spesial? Jiwa kepemimpinan anda dimana? Kenapa tak diberikan saja untuk mahasiswa yang lain? Toh juga masih ada lesehan dan kalian juga panitia. Apakah harus banget di spesialisasi? Bahkan penerima beasiswa atau manfaat bukan hanya kalian kok, yang lain juga ada bahkan kebermanfaatan mereka lebih besar lho dibanding kalian. Di akhir acara pun begitu juga, untuk sesi berfoto yang lebih dulu dipanggil adalah Mahasiswa Penghuni Asrama Kader Pejuang? Lantas? Buat apa? Mau eksis? Kasihan dong mahasiswa yang lain juga mau berfoto. Ya Seharusnya diatur sedemikian rupa, nggak usah kalian juga harus didepan.

Usut di usut saat ini ada yang bilang, sebagian besar yang terpilih tinggal di asrama itu kader HM* lho. Ah masa sih? Yang bener lo? Emang nggak ada yang lain? Ada sih KAMM* dan juga yang lain. Coba deh masa sebagian besar kader organisasi ekstra seperti itu? Pemilihannya kayak gimana? Kayaknya harus belajar deh ke penerimaan mahasiswa yang menjadi penghuni di asrama lainnya. Tak terasa juga sudah muncul yang namanya publikasi Komisariat per Fakultas khususnya HM*, yang lain nanti juga muncul lagi pastinya kok. Percaya deh. Terus kenapa sih mereka mulai muncul? Apa sih tujuan mereka? Apa ada yang merasa diajak suruh ikut kajian disana sini kecuali di Masjid Kampus? Pasti ada dong. Terus ada yang nanya "Kak beda organisasi ekstra kampus sama komunitas itu apa ya kak? Bagusnya kita ikut mana sih kak?"

Organisasi ekstra kampus adalah organisasi yang terbentuk diluar area kampus meski ada kaya mahasiswa sebenarnya itu bukan lah legal secara kampus dibentuk dan dilantik oleh pejabat kampus. Kalau komunitas? Komunitas adalah sekumpulan serta himpunan orang orang yang memiliki hobi serta kesukaan yang sama, dan mereka bersinergi untuk melakukan pergerakan di masyarakat. Organisasi ekstra kampus membawa ideologi masing - masing, ada yang baik dan juga ada yang buruk. Ada yang haus akan kekuasaan, dan juga ada yang hanya untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa itu sendiri.

Setiba dari omongan ini "Kak kalau nanti dilegalin gimana?" Ya berarti kalian tahu sendiri bahwa Institusi sudah memihak oleh organisasi ekstra baik itu salah satu ataupun semuanya. Dampaknya seperti apa? Ya kayak kampus kampus lain, sistem acak acakan, kondisi mahasiswa semrawut, antar organisasi ekstra tersebut memperebutkan mahasiswa untuk dijadikan kader, dan juga kekuasaan di kampus.

Saat ini sudah banyak banget modus pergerakan mereka, tinggal kita saja yang memilih untuk ikut atau tidak dengan mereka. Percaya lah guys, ikut lah ke dalam jalan yang terdapat kebaikan yang dari dulu sudah kita rasakan bersama. Jika kita tidak peduli untuk menanggulangi organisasi ekstra kampus yang ekstremis dan tidak baik untuk masuk ke kampus kita, percaya deh cerminan 20 tahun ke depan akan semakin meraja lela orang - orang tidak baik di negeri ini. Karena niscaya, bibit bibit yang saat ini berada di kampus, yang dikader dengan ideologi yang kurang baik akan menjadi penghancur di negara kita masa depan.

Coba deh kalau nggak percaya kalian melawan dari beberapa organisasi ekstra kampus yang ada saya sebutkan tadi. Ada yang baik kok, tapi ada yang jahat pasti bilangnya gini "Lu berani ngelawan gua? Ada kakanda/abangda gua di sini, oh dosen lu kakanda gua. Nilai lu berkurang nanti." Mencari perhatian Institusi, fitnah sana sini, dan memanfaatkan kondisi karena saat ini kita nggak sadar bahwa pimpinan kita banyak yang berpihak. Jadi saat ini di Pemira pernah ada yang ngejar pemfitnahan tuh, jangan sampai percaya dulu bisa jadi itu buatan mereka sendiri guys. Bukan hanya dari kegiatan Ormawa lho tapi nanti ke pendanaan proposal, beasiswa, acara acara organisasi ekstra di kampus semakin sering, dsb.

Tapi nggak semua kader mereka yang dari Organisasi Ekstra kampus jahat kok, ada juga yang baik tergantung mereka itu kader asli apa cuma ikut ikutan. Untuk kita mahasiswa harus Selalu waspada terutama terhadap ajakan ajakan dari organisasi ekstra tersebut. Lebih baik yang pasti pasti aja yang ada di dalam kampus, yang berpusat dan juga teruji dari dulu hingga sekarang. Pasti kalian tau itu dimana. Hanya generasi saat ini yang mampu memberikan tameng, karena kita masih banyak yang merasakan sistem baik hingga tahun kemarin, namun jika mereka menyasar mahasiswa baru, pasti mereka nggak akan berkutik dan langsung ikut ikutan aja. Nah menjamur deh sampai ke angkatan seterusnya karena kaderisasinya berhasil.

Mulai sekarang kalian hanya bisa memilih untuk bergerak lebih awal atau tergantikan di akhir hayat strata mahasiswa kalian. Taraf tertinggi dari keresahan dan kesadaran adalah ikut mengambil bagian. Bergerak atau tergantikan oleh mereka yang membawa ideologi buruk ke dalam kampus kita. Belajar lah untuk melihat hal kebenaran untuk selalu menghilangkan keburukan yang meraja lela.

a.n

Legislator Traveler

Comments