Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2018

Institut Ku Bergerak dalam Bayangan

Seringkali kita mendengar baik dari Mahasiswa intra kampus maupun ekstra kampus, IPB adalah salah satu kampus yang tentram juga damai. Kenyamanan yang telah terbentuk di beberapa tahun kebelakang adalah salah satu makna dari keindahan dan keharmonisan yang ada di setiap langkah kaki kita.  Tak menyadari saat ini begitu banyak perubahan terjadi. Pembangunan yang meningkat, prestasi yang masih terus menjulang tinggi, dan juga kaderisasi bayangan terus bergerilya. Tak kita sadari itu semua membuat ladang spesialisasi untuk golongan tertentu.  Golongan tertentu yang saat ini dirasakan oleh para mahasiswa adalah bergeraknya organisasi ekstra kampus mulai muncul ke permukaan dengan masing - masing ideologi yang mereka bawa. Gerbang itu pun dibuka seluas luasnya oleh Institusi saat ini. Tak terasa modus pergerakan kaderisasi mereka pun menjelma terpetakan disetiap sudut kampus. Baik itu KAMM*, HM*, PM*, *MM, GMN, dsb. Sebut saja di agenda Studium General Gubernur Jawa Bar...

Gemuruh Suara PEMIRA KM IPB

Pemilihan raya dalah salah satu pesta demokrasi terbesar Keluarga Mahasiswa IPB untuk menentukan pemimpin yang tepat. Hanya menghitung hari untuk melihat perhelatan terbesar dari pesta demokrasi ini. Banyak sekali suara – suara hati mahasiswa yang ingin melakukan perubahan terhadap KM IPB yang lebih baik. Semua itu adalah gemuruh suara hati yang takkan terelakkan untuk dikatakan. Gemuruh suara tersebut mengalir dengan lembut dan diresapi oleh para mahasiswa IPB. Gemuruh suara yang berupa hujatan, cacian, ajakan untuk memilih, golput, aksi nyata, aksi semu, seruan nyata, seruan semu, aki – aki, dan lain sebagainya. Apakah kita harus menutup telinga dan mata ini dari hal tersebut? Saya pikir tidak. Mahasiswa adalah kaum intelektual yang tentunya mampu berpikir secara rasional, kritis, logis, dan ilmiah. Dari berbagai suara gemuruh yang ada, ia mampu untuk menyaring dan mempertimbangkan dampak jangka panjang atas keputusan yang diambilnya (memilih VS GOLPUT ; mengenal visi misi VS ...

Dua Kata Yang Mulai Terlupakan

Kata – kata adalah suatu bagian dari bahasa, dimana dengan melalui kata–kata, kita bisa menyampaikan apa yang kita rasakan, gagasan diri, atau berbagi cerita dengan sanak saudara serta sahabat kita baik dibawah umur, sebaya maupun yang sudah lanjut usia. Dengan sebuah kata, seseorang dapat menyemangati hidupnya maupun orang lain. Melalui rangkaian kata suatu kelompok kecil mampu menjadi keluarga, dan kelompok yang besar mampu bekerja sama dengan baik. Bagaikan dua sisi mata uang, bagaikan dua sisi mata pisau, sebuah kata mampu memberikan makna kebaikan dan keburukan yang mampu diterima baik diri sendiri maupun orang lain yang mendengarnya. Hanya dengan sebuah kata mampu menjadikan manusia yang kuat mampu terpecah belah dan saling membenci. Perasaan ataupun suatu tali persaudaraan mampu hancur seketika dengan sebuah kata apalagi dalam sebuah struktur kehidupan yang berlandaskan sikap borjuis yang tinggi. Betapa kuatnya kata–kata mampu mempengaruhi sikap dan perilaku banyak orang. S...

Kekecewaan Garam yang Tak Asin Lagi

Kekecewaan ini dirasakan khususnya bagi kami para mahasiswa Institut Pertanian Bogor yang ikut andil dalam audiensi ke Komisi IV DPR RI yang membawakan kajian mengenai stabilitas garam Indonesia yang sudah tak asin lagi di negeri ini. Dihadiri oleh sejumlah mahasiswa dari Sabang sampai Merauke, yang terliput dalam FL2MI ini memberikan kekecewaan yang nyata terhadap para anggota dewan bapak/ibu yang terhormat di gedung parlemen (29/08/17). Bapak dan Ibu duduk di kursi itu bukan untuk dibayar, tetapi bapak dan ibu diberikan amanah oleh kami seluruh masyarakat Indonesia untuk memperbaiki Indonesia menjadi lebih baik. Hanya segelintir anggota dewan saja yang hadir di dalam audiensi tersebut, apakah maksudnya ini? Apakah kalian meremehkan kami selaku mahasiswa untuk audiensi serta memberikan aspirasi? Terutama jawaban apa yang Anda lontarkan tersebut sudahkah mampu membuat kami puas? Ternyata tidak! Anda yang lebih dahulu lahir, belajar, dan duduk di kursi tersebut. Seharusnya Anda y...

Dream Team Future Leader

Berawal dari seorang pemuda, pemuda dan pemudi ini tak memiliki kehebatan apapun yang melekat sejak dini. Namun adanya usaha yang keras dan ingin membangun peradaban yang lebih baik terciptalah segelintir pemuda yang berhimpun menjadi satu untuk mewujudkan impian mereka dalam visi dan misi yang sama untuk Indonesia. Bersama semuanya, kami pun siap menjadi inisiator dalam keadaan apapun juga. "Live harmony with disaster" dibalik ancaman ataupun hiruk pikuk yang sangat besar di negara ini, aku yakin para pemuda ini lah juga mampu andil memberikan kebaikan di bangsa Indonesia. Siapakah mereka? 1. Panji Laksono. Ya dia adalah seorang teman satu partner dalam organisasi mahasiswa. Dirinya yang berkharisma tinggi, bijak, pembawaan yang penuh membara, semangat yang meluap luap, dan juga impian menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang membuat saya ragu bahwa dia pasti bisa menjadi pemimpin di Indonesia. Khususnya di kalimantan Selatan. Panji ini cota –...

MENYINGKAP TABIR SIDANG RAKYAT 3 TAHUN JKW – JK

Perhelatan akbar aksi mahasiswa Seluruh Indonesia yang terhimpun ke dalam 60 lebih seluruh universitas Seluruh Indonesia yang berjumlah sekitar 4000 – 5000 mahasiswa yang ingin memperjuangkan hak rakyat yang sudah terkandaskan setelah 3 tahun pemerintahan Jokowi – JK. Aksi ini juga dihadiri oleh massa dari Persatuan Buruh Metal Se Indonesia yang juga menuntut akan layanan kesehatan yang hanya menjadi momok pencitraan dari seorang Presiden agar masyarakat merasa media tersebut mampu membuat masyarakat terfasilitasi. Namun masih ada saja layanan kesehatan yang menimbulkan korban teruatama untuk para buruh dalam menerima layanan kesehatan yang baik. Aksi damai mahasiswa ini dilakukan pada hari Jum’at, 20 Oktober 2017 tepat pada 3 tahun Jokowi – JK menggulingkan program kerja Nawa Cita dan tepat 3 tahun mereka mengurus negeri ini dengan banyaknya problematika yang terjadi. Perhelatan akbar aksi mahasiswa sleuruh Indonesia ini berkomitmen untuk menjadi satu dalam menegakkan keadilan d...

[PERTANIANKU TAK SEAWAM DAHULU]

" Pangan merupakan soal mati atau hidupnya suatu bangsa ; apabila kebutuhan pangan rakyat tidak dipenuhi maka "malapetaka". Oleh karena itu perlu usaha secara besar - besaran, radikal, revolusioner. " (Ir. Soekarno) Apresiasi yang sangat besar kami berikan terhadap orang nomor 1 di Republik Indonesia mau menyambangi kami di kampus rakyat ini yaitu Bapak Ir. H. Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia pada dies natalis Institut Pertanian Bogor ke - 54 untuk menyampaikan Orasi Ilmiah didepan semua dosen, serta mahasiswa yang turut diundang dalam acara tersebut. Menelisik lebih dalam hasil orasi ilmiah yang bapak sampaikan kepada kami, kami ucapkan terima kasih sebesar - besarnya. Kata kata yang nan indah serta memotivasi kami yaitu " Maaf Pak Rektor, tapi mahasiswa IPB banyak yang bekerja di bank, saya cek direksi-direksi perbankan BUMN itu yang banyak dari IPB. Manajer - manajer juga banyak dari IPB. Terus yang ingin jadi petani siapa? " ...