Kekecewaan ini dirasakan khususnya bagi kami para mahasiswa Institut Pertanian Bogor yang ikut andil dalam audiensi ke Komisi IV DPR RI yang membawakan kajian mengenai stabilitas garam Indonesia yang sudah tak asin lagi di negeri ini. Dihadiri oleh sejumlah mahasiswa dari Sabang sampai Merauke, yang terliput dalam FL2MI ini memberikan kekecewaan yang nyata terhadap para anggota dewan bapak/ibu yang terhormat di gedung parlemen (29/08/17).
Bapak dan Ibu duduk di kursi itu bukan untuk dibayar, tetapi bapak dan ibu diberikan amanah oleh kami seluruh masyarakat Indonesia untuk memperbaiki Indonesia menjadi lebih baik. Hanya segelintir anggota dewan saja yang hadir di dalam audiensi tersebut, apakah maksudnya ini? Apakah kalian meremehkan kami selaku mahasiswa untuk audiensi serta memberikan aspirasi? Terutama jawaban apa yang Anda lontarkan tersebut sudahkah mampu membuat kami puas?
Ternyata tidak! Anda yang lebih dahulu lahir, belajar, dan duduk di kursi tersebut. Seharusnya Anda yang lebih hebat dalam menganalisis serta mengambil keputusan, namun apa? Hanya berulang-ulang Anda menjawab bangsa Indonesia kurang baik menghasilkan garam karena cuaca. Sungguh memalukan jikalau Anda terlebih lagi lulusan Institut Pertanian Bogor. Anda ke manakan ilmu Anda yang dahulu itu?
Sebenarnya solusi yang tepat adalah memberikan pembinaan terhadap masyarakat mengenai teknologi tepat guna serta membuat skema resi gudang penghasil garam, khususnya di daerah yang terlewati garis khatulistiwa pasti akan lebih rendah curah hujan di daerah tersebut. Kalian ke manakan uang-uang tersebut? Digunakan untuk pembangunan pencitraan ASEAN Games tahun depan? Kunjungan kerja ke sana ke mari Pengawasan yang melemah? Pengetahuan yang hanya dimiliki staf ahli?
Lantas, untuk apa Anda menjadi anggota DPR RI jikalau ilmu Anda yang dikuasai hanya ilmu politik? Politik apa? Politik sehat ataukah politik membunuh?
Inilah segelintir perwakilan rakyat kita yang ada di gedung parlemen sana. Dari 560 orang yang ada pasti ada sedikitnya orang baik yang mampu memperbaiki bangsa Indonesia ini. Bayangkan, jika tiap tahunnya banyak orang baik yang tak mau ikut andil dalam bidang politik, siapa yang akan membantu orang baik di dalam sistem pemerintahan untuk melawan orang jahat di sana? Mengambil kebijakan yang mencekik rakyat, membenarkan segala kesalahan yang diperbuat.
Apakah kalian akan diam saja melihat itu semua? Apakah harus Indonesia bumi pertiwi kehabisan SDA dahulu baru akan kita membuka mata kalau kita sudah dijajah oleh kita sendiri?
Wahai pemuda, belumlah terlambat bila kalian ingin mengubah nasib bangsa ini. Kalaulah impianmu setinggi langit, tetapi jikalau dirimu sudah mampu mencapai itu semua, kembalilah ke bumi lagi bahwa banyak orang yang membutuhkan kontribusimu. Janganlah dirimu menjadi seorang pengecut yang hanya menjadi orang yang oportunis. Nasib bangsa ini di tangan kalian, wahai para pemuda. Mulai dari sekarang, ubah bangsa ini menjadi lebih baik atau tidak sama sekali yang akan membawa kehancuran untuk bangsa Indonesia ke depannya.

Sumber gambar 1: Industri Bisnis
Sumber gambar 2: Penulis
Sumber gambar 2: Penulis
Comments
Post a Comment