Skip to main content

[PERTANIANKU TAK SEAWAM DAHULU]

" Pangan merupakan soal mati atau hidupnya suatu bangsa ; apabila kebutuhan pangan rakyat tidak dipenuhi maka "malapetaka". Oleh karena itu perlu usaha secara besar - besaran, radikal, revolusioner. " (Ir. Soekarno)


Apresiasi yang sangat besar kami berikan terhadap orang nomor 1 di Republik Indonesia mau menyambangi kami di kampus rakyat ini yaitu Bapak Ir. H. Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia pada dies natalis Institut Pertanian Bogor ke - 54 untuk menyampaikan Orasi Ilmiah didepan semua dosen, serta mahasiswa yang turut diundang dalam acara tersebut.
Menelisik lebih dalam hasil orasi ilmiah yang bapak sampaikan kepada kami, kami ucapkan terima kasih sebesar - besarnya. Kata kata yang nan indah serta memotivasi kami yaitu " Maaf Pak Rektor, tapi mahasiswa IPB banyak yang bekerja di bank, saya cek direksi-direksi perbankan BUMN itu yang banyak dari IPB. Manajer - manajer juga banyak dari IPB. Terus yang ingin jadi petani siapa? " Bagaimana kalau kita balik kata kata ini " Mohon Maaf Pak Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, bapak alumni kehutanan bukan? Kalau bapak jadi presiden, lantas siapa yang akan menjaga stabilitas kehutanan Indonesia? Bagaimana kalau semua mau jadi presiden? Yang mau jadi petani siapa pak? "

Pertanian bukanlah bagaimana cara memandang kita menjadi seorang yang harus mencangkul di lahan, menuai bibit benih tanaman yang baik, bagaimana cara merawat tanaman atau hewan yang baik, pertanian yang berarti adalah pertanian secara luas yang mencakup prosesnya dari hulu hingga ke hilir. Dengan adanya proses itu maka stabilitas pertanian akan lebih terjamin.
Pertanian secara luas itu meliputi pertanian, kedokteran hewan, perikanan, peternakan, kehutanan, dst yang mencerminkan seluruh fakultas ataupun jurusan yang ada di Institut Pertanian Bogor. Menanggappi hal yang ada, dalam mengembangkan pertanian bukan hanya dari satu sisi produksi, distribusi atau konsumsinya saja namun dalam memangku kebijakan hal ini juga harus diutamakan. Oleh karena itu IPB akan memperluas tangan tangan kebaikan disegala lini baik di perbankan, BUMN, dll yang setidaknya minimal mampu membantu para petani baik dari segi peminjaman modal, membantu kebijakan yang berpihak pada petani, dan lain sebagainya.
Masalah yang timbul saat ini di Indonesia baik dari beras, garam, daging sapi, serta gula apa yang menyebabkan itu semua? Petani yang terus merosot? Konsumen yang menurun? Apa kebijakan pemerintah yang tak pandang bulu menggilas para petani sehingga produk mereka tak sampai di perut masyarakat? Itu lah kenyataan kebijakan yang ada di Indonesia. Sumber daya alam yang melimpah namun nafsu kekuasaan dan kebijakan mampu menutupi itu semua sehingga kebijakan yang lain mampu ditegakkan yaitu impor produk pertanian yang terbuka seluas luasnya.
Pemikiran awam yang bapak berikan membuat kami semakin mengerti bahwa kebijakan yang bapak pangku untuk pertanian Indonesia hanyalah kebijakan yaang semu. Menampilkan data yang dianggap baik baik saja di antara publik namamu para petani terus tercekik akibat arus distribusi pertanian yang tak kunjung selesai dan diselesaikan dengan produk impor. Kami pun telah memberikan hasil karya pemikiran anak anak bangsa dari kampus pertanian terbaik di Indonesia kepada bapak untuk meluruskan pemikiran awam bapak terhadap pertanian Indonesia. Bapak sudah terima? Sudah kok. Udah dibaca belum? Sepertinya sudah. Kalau sudah dibaca mau ngapain? Mau buat tanggapan? Boleh. Kalau nggak membuat tanggapan? Apa iya bapak tidak membaca hadiah dari kami? Apa bapak mau melakukan perubahan untuk pertanian Indonesia setelah melihat hadiah dari kami itu? Kami tunggu perubahan tersebut, karena kami percaya bahwa masih ada kebaikan di dalam diri bapak untuk memajukan pertanian Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Titis Pratiknyo
Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Comments